Ganggang Hijau Tingkatkan Trombosit secara Cepat

Minggu, 28 Maret 2010
Diposting oleh Inspirasi
Ganggang hijau sangat baik untuk menangani penderita demam berdarah dengue. Tumbuhan ini mampu mempercepat penyembuhan dan memperbaiki kondisi kesehatan pasien.

Hal itu terungkap dalam penelitian bersama sejumlah peneliti dari Rumah Sakit Karya Bhakti Bogor, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) cabang Bogor, dan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor yang disosialisasi dalam jumpa pers, Kamis (4/2/2010).

Sebanyak 82 penderita demam berdarah berat diikutsertakan dalam penelitian itu dan dibagi dalam dua kelompok: kelompok perlakuan dan kontrol.

Peneliti utama Adi Teruna dari RS Karya Bhakti mengatakan, kedua kelompok mendapat terapi standar sesuai petunjuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu pemberian cairan, garam tubuh, dan makanan gizi seimbang. Sejauh ini, demam berdarah dengue (DBD) tidak ada obat atau vaksinnya. Selama ini, penderita yang parah jika perlu diberi transfusi darah, albumin, atau plasma. Kadang diberi penghilang rasa sakit atau oksigen.

Dalam penelitian itu kelompok perlakuan terapi ditambah ekstrak ganggang hijau (chlorella) dalam bentuk sirup sebanyak 30 ml per hari. Setelah itu, hemoglobin, hematokrit, dan trombosit penderita diperiksa setiap hari sampai subyek bebas dari simtom DBD dan trombosit meningkat hingga lebih dari 100.000. Hasil penelitian dianalisis secara statistik.

Hasilnya, penggunaan ganggang hijau mampu secara signifikan mempercepat penyembuhan, memperbaiki permeabilitas vaskuler, dan meningkatkan trombosit.

Pada kelompok perlakuan, rata-rata masa penyembuhan 2,76 hari dan pada kelompok kontrol 4,43 hari. Peningkatan trombosit dan penurunan hemoglobin serta hematokrit lebih cepat pada kelompok perlakuan.

Dia mengatakan, DBD merupakan penyakit bersifat self-limited. Dalam dinamikanya tak jarang timbul demam dengan gangguan perdarahan, bahkan dapat berkembang menjadi katastrofik (sindroma renjatan dengue). Hal ini karena kemampuan virus memperbanyak diri (replikasi virus) tinggi akibat bantuan enzim reverse transcriptase. Ketika terserang DBD, interferon alfa yang berfungsi melindungi sel dari virus juga tak terbentuk.

Ganggang hijau ditengarai mempercepat penyembuhan dengan cara menghambat enzim reverse transcriptase sehingga menekan perbanyakan virus.

Selain itu, ganggang hijau juga meningkatkan imunitas nonspesifik dan spesifik serta merangsang peningkatan fungsi produksi sumsum tulang yang berperan dalam pembentukan trombosit. Ganggang hijau yang mengandung asam nukleat juga berperan membentuk daya tahan tubuh.

Adi mengatakan, jika demam mencapai 39 derajat celsius dan trombosit di bawah 100.000, sebaiknya segera ke rumah sakit. Dalam banyak kasus, penderita tidak sadar dirinya terkena DBD. ”Begitu demam dan pusing sedikit lalu minum obat bebas dan merasa lebih baik. Padahal, virus terus bertambah banyak dan terbuka kemungkinan penyakit semakin akut atau, bahkan, mengalami shock,” ujarnya.

Sebagai makanan tambahan, ganggang hijau aman diberikan untuk membantu penyembuhan lebih cepat dan menghindari terjadinya keakutan.

Peneliti lainnya, Yekti Hartati Effendi, pengajar bidang Kesehatan Masyarakat khususnya Patofisiologi Gizi di IPB, mengatakan, penanganan DBD tidak cukup dengan menyembuhkan penderita. Perlu dipikirkan pula penanganan vektornya, nyamuk Aedes aegypti.

”Nyamuk yang pernah menggigit penderita akan menjadi vektor penyebar penyakit selama dua bulan masa hidup nyamuk itu. Jarak tempuh terbangnya sejauh sekitar 20 rumah,” ujarnya.

Ingin Libido Naik? Berjemurlah!

Sabtu, 13 Maret 2010
Diposting oleh Inspirasi

Butuh sesuatu untuk meningkatkan libido? Cobalah berjemur beberapa saat di bawah matahari pagi.

Ini adalah salah satu saran para ahli dari Austria yang menemukan bahwa kadar testosteron pria ternyata dapat dipacu dengan vitamin D. Sebagian besar kebutuhan tubuh kita terhadap vitamin D memang disuplai oleh kulit lewat paparan terhadap sinar matahari, sedangkan sisanya berasal dari asupan makanan.

Riset melibatkan 2.299 pria yang dimuat di jurnal Clinical Endocrinology menemukan, mereka yang kebutuhan vitamin D-nya tercukupi memiliki hormon testosteron lebih tinggi ketimbang pria yang kekurangan vitamin D. Kadar hormon dan vitamin D para pria ini anjlok saat musim dingin dan mulai mencapai puncaknya pada musim panas.

Rendahnya hormon testosteron memang berdampak pada gairah atau libido pria selain juga tingkat energi. Hormon testosteron juga penting artinya pada pria dan wanita dalam mempertahankan kekuatan otot dan kepadatan tulang.

Peneliti dari Medical University of Graz, Austria, menemukan bahwa pria yang darahnya menyimpan sedikitnya 30 nanogram vitamin D per mililiter memiliki testosteron lebih tinggi ketimbang pria dengan vitamin D rendah.

Dalam pemantauan selama setahun, kadar testosteron dan vitamin D tampaknya mencapai puncak pada bulan Agustus, dan menurun saat musim dingin dengan menyentuh level terendah pada bulan Maret.

Professor Winfried Marz yang menggarap penelitian ini mengatakan bahwa ia dan tim akan menggelar riset lanjutan untuk meneliti lebih jauh apakah suplementasi vitamin D akan memberi efek yang sama terhadap peningkatan hormon testosteron.

Sementara itu, ahli kanker yang juga pakar andrologi di University of Sheffield, Allan Pacey, memperingatkan bahwa paparan sinar matahari yang berlebihan dapat merugikan kesehatan. Pacey juga meminta para pria untuk berhati-hati menggunakan alat sunbed dan sadar terhadap pentingya pemahaman yang benar akan risiko bila alat itu digunakan secara berlebihan.

Dengan Ikhlas, Penyakit pun akan Sembuh!

Rabu, 03 Maret 2010
Diposting oleh Inspirasi

Jiwa adalah sebuah potensi yang tidak tampak tetapi efeknya luar biasa. Dengan menggunakan kekuatan jiwa, beragam penyakit mulai dari yang ringan hingga berat sebenarnya dapat disembuhkan.

Seperti diungkapkan praktisi dan pengajar penyembuhan holistik, Reza Gunawan, pada dasarnya setiap manusia bisa menyembuhkan dirinya sendiri, tapi tidak semua orang tahu caranya. Salah satu kunci kekuatan jiwa yang dapat menyembuhkan penyakit adalah perasaan ikhlas.

Menurut Reza, rasa ikhlas secara sederhana dapat diartikan dengan perasaan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Ikhlas adalah sesuatu yang mungkin hanya dapat digambarkan dengan perasaan seperti ini. Apapun kenyataan hidup, sudah tidak lagi berbenturan dengan keinginan dan hasrat karena kita sudah bisa menerima dengan apa adanya," ungkap Reza.

Ikhlas, terang Reza, dapat menyembuhkan dengan cara menyelaraskan tubuh dan pikiran, selain juga menetralisir pikiran dan perasaan supaya tidak terpendam dan menumpuk dalam hati. Ikhlas merupakan bagian dari konsep sehat secara holistik yakni keselerasan dan keseimbangan antara tiga unsur yakni tubuh (body), pikiran (mind) dan jiwa (mood).

"Kalau badan kita sudah muncul keluhan seperti sakit-sakit, itu berarti timbunan dalam pikiran dan jiwa sudah terlalu banyak. Dengan hati yang ikhlas, gelombang dan detak jantung menjadi lebih selaras atau harmonis. Jantung itu pemimpinnya tubuh karena dengan jantung yang selaras maka otak berfungsi maksimal. Kalau jantung atau perasaan kita korslet, otak tidak akan bisa berfungnsi maksimal. Jadi, dengan ikhlas jelas akan membuat tubuh menjadi lebih sehat," paparnya.

Untuk mencapai dan mewujudkan perasaan ikhlas dalam hati, Reza menyatakan setiap orang tentu memiliki kemampuan berbeda. Untuk itulah, Reza menyarankan untuk membiasakan diri berlatih secara bertahap dan rutin.

"Ada tiga langkah yang dapat dilakukan untuk melatih diri supaya ikhlas, yang pertama Sering-seringlah berhenti dan bernafas untuk mengistirahatkan pikiran, ingat bahwa sesuatu tidak ada yang kekal dan belajar untuk menerima atau mengikhlaskan diri dari tahap yang paling mudah," tandasnya.

Tiga Tips Melatih Ikhlas

1. Sering-seringlah berhenti dan bernafas (rileks) untuk mengistirahatkan pikiran. Manusia seringkali sulit mencapai keikhlasan karena pikirannya jalan terus. Dengan latihan ini, kita juga akan bebas dari ketegangan.

2. Selalu ingat bahwa segala sesuatu selalu akan berubah. Seseorang susah ikhlas karena menilai segalanya bersifat kekal, padahal apa yang tidak kita dapatkan sementara ini pada suatu hari nanti akan berubah. "Tidak ada yang kekal atau tetap, mungkin situasinya yang berubah atau keinginan kita yang berubah. Jadi apa yang kita sukai atau pun kita tak sukai tentu akan berubah," terang Reza..

3. Start di titik yang paling mudah. Belajarlah untuk mulai menerima hal-hal yang ringan atau gampang dulu. Untuk bisa merasa ikhlas memang tidak mudah dan terpulang kepada pribadi masing-masing. Tetapi mulailah untuk menerima kenyataan yang paling ringan dulu. Dengan begitu, otot ikhlas kita akan terlatih.

Reza mencontohkannya dengan sebuah kasus ketika Anda marah karena tak bisa menerima bos di kantor yang tak berlaku adil. Kalau Anda tidak bisa memaafkan orangnya, cobalah untuk memaafkan atau mengikhlaskan dulu perilakunya. Bila ini masih sulit, mulailah untuk mengikhlaskan perasaan kita bahwa kita sedang marah.

"Kalaupun memang tidak bisa juga ikhlas dengan perasaan kita sendiri, minimal ikhlaskan dulu bahwa kita memang belum bisa ikhlas. Jadi, pada tahap paling ringan itulah yang dapat menjadi pintu paling gampang menuju gerbang keikhlasan," pungkasnya.