Minyak Ikan Cegah Sakit Jiwa

Selasa, 09 Februari 2010
Diposting oleh Inspirasi

Mereka yang berisiko tinggi terkena penyakit kejiwaan disarankan untuk mengonsumsi suplemen minyak ikan setiap hari. Penelitian menunjukkan, suplemen minyak ikan sama efektifnya seperti obat dalam mengurangi risiko atau menunda penyakit kejiwaan seperti skizofrenia.

Para ahli yang terlibat dalam penelitian ini meyakini, kandungan omega-3 dalam minyak ikan yang sangat baik untuk kesehatan jantung memiliki manfaat yang sama bagi otak.

"Hasil penelitian ini membuktikan, cara pengobatan secara natural bisa mencegah atau paling tidak menunda munculnya gangguan kejiwaan. Kami berharap minyak ikan bisa menjadi alternatif dari obat farmasi untuk gangguan jiwa," tulis peneliti dalam jurnal Archieves of General Psychiatry.

Obat untuk mengatasi gangguan jiwa psikotik memang efektif, tetapi memiliki efek samping yang serius, termasuk menimbulkan efek ketergantungan obat. Sebaliknya dengan suplemen minyak ikan yang lebih mudah ditoleransi dan mudah didapat.

Dalam penelitian ini tim peneliti internasional yang berasal dari Austria, Australia, dan Swiss melakukan uji coba suplemen minyak ikan pada 81 pasien yang berisiko tinggi mengalami gangguan jiwa psikotik (bermacam gangguan). Mereka yang berisiko tinggi adalah memiliki riwayat keluarga skizofrenia atau penyakit kejiwaan lain atau sudah menunjukkan gejala kejiwaan ringan.

Dalam penelitian ini separuh responden diminta mengonsumsi suplemen minyak ikan sekitar 1,2 gram setiap hari selama 12 minggu, sementara sisa responden mengonsumsi suplemen dummy. Setiap individu tidak diberi tahu suplemen apa yang mereka minum.

Para peneliti terus mengikuti perkembangan kesehatan para responden selama setahun untuk mengetahui seberapa banyak, jika ada, yang menderita gangguan kejiwaan. Dua orang dari kelompok yang menerima suplemen minyak ikan mengalami gangguan kejiwaan, sedangkan dari kelompok plasebo mencapai 11 orang.

Penggunaan Jamu Jangan Sembarangan!

Minggu, 07 Februari 2010
Diposting oleh Inspirasi
Masyarakat hendaknya berhati-hati terhadap banyaknya tawaran pengobatan alternatif dan herbal untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

"Banyak herbal bermanfaat tetapi belum diteliti secara klinis manfaatnya. Penggunaan berbagai obat-obatan dan herbal tidak dapat sembarangan. Yang menjadi masalah ialah herbal yang dicampur dengan zat aktif tertentu," ujar Prof Wimpie Pangkahila, spesialis andrologi dan seksologi dalam acara dialog mengenai Seks dan Kualitas Hidup yang Menyenangkan Walaupun Usia Bertambah yang diselenggarakan tabloid Gaya Hidup Sehat, Senin (1/2).

Salah satu cara mendeteksi keberadaan campuran zat aktif dalam herbal antara lain dengan mengamati kecepatan berkhasiatnya. Herbal biasanya tidak berkhasiat secara cepat, jika terjadi demikian, patut dicurigai adanya tambahan zat aktif. Untuk menjamin tidak adanya zat tambahan, tanaman berkhasiat dapat digunakan secara langsung.

Namun, masih dipertanyakan jumlah yang dibutuhkan untuk mendapatkan efek terapi dan tetap aman. Dia menyarankan, penggunaan herbal sebaiknya dengan berkonsultasi dengan dokter yang menangani penyakit pasien tersebut.

Wimpie mengatakan, agar mendapatkan seksualitas dan kualitas hidup sehat salah satunya dengan menjaga kesehatan secara keseluruhan. Pola makan sehat, berolah raga cukup dan teratur, menghindari kebiasaan buruk seperti merokok, dan beristirahat cukup merupakan kunci menjaga tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah.

Selain itu, mereka yang telah menderita gangguan seperti diabetes dan hipertensi secara teratur mengonsumsi obat di bawah pengawasan dokter. Untuk menjaga kesehatan, minimal melakukan pemeriksaan kesehatan setahun sekali jika tidak ada keluhan dan gangguan khusus.

Tertawalah dan Seluruh Dunia Akan Mengerti

Kamis, 04 Februari 2010
Diposting oleh Inspirasi

Walaupun di setiap budaya memiliki cara berbeda untuk mengekspresikan beberapa emosi dasar, seperti kegembiraan, marah, takut, dan rasa sedih, secara universal ekspresi emosi manusia relatif mudah dikenali.

Secara khusus, sejumlah peneliti menyelidiki apakah suara yang terkait dengan emosi dasar punya persamaan pada budaya yang berbeda. Untuk mengujinya, orang di Inggris dan wilayah utara Namibia diceritakan sebuah cerita berdasarkan emosi tertentu yang memiliki perbedaan suara, seperti tertawa atau menangis. Kelompok orang dari Inggris diminta mendengar suara orang Namibia, demikian pula sebaliknya. Kemudian mereka diminta menyebutkan jenis suara emosi tersebut.

"Responden dari dua kelompok itu langsung mengenali emosi dasar, seperti marah, takut, jijik, gembira, sedih, dan terkejut. Ini menunjukkan bahwa ekspresi emosi dan cara vokalisasinya serupa meski memiliki budaya berbeda," kata Sophie Scott dari University College, London.

Suara tawa merupakan ekspresi yang paling mudah dikenali oleh dua kelompok responden sebagai bentuk kegembiraan atau akibat dikelitik. "Dikelitik akan membuat semua tertawa, tidak hanya pada manusia, tetapi juga primata dan mamalia. Ini menunjukkan bahwa tertawa memiliki evolusi yang panjang. Mungkin awalnya adalah bentuk komunikasi yang akrab antara ibu dan bayinya. Karena itu, tertawa mudah dikenali sebagai ekspresi kegembiraan dan permainan fisik," kata Disa Sauter, salah seorang tim peneliti.

Jilbab Abu Bordir

Senin, 01 Februari 2010
Diposting oleh Inspirasi
Memiliki banyak koleksi jilbab adalah target saya untuk tahun ini. Memang target yang aneh, namun ini sudah menjadi keputusan saya. Tahun lalu target saya adalah untuk mendapatkan uang 50 juta, dan itu sudah tercapai dan masih berlangsung samapi sekarang.

Untuk tahun ini target untuk memiliki 100 jilbab yang menjadi bagian dari BUSANA MUSLIM adalah hal yang menantang menurut saya. Dan hari ini adalah waktu saya untuk berburu jilbab yang bagus. Memang kalau kita lihat, banyak sekali toko BAJU MUSLIM yang menyediakan banyak jilbab dari berbagai motif dan kain. Jadi saya menjadi gampang untuk mendapatkan jilbab yang bagus dan nyaman untuk dipakai. Hari ini saya melihat jilbab warna abu yang sangat cantik dan polos. Di bagian atas dari jilbab ini terbordir gambar bunga menggunakan benang emas, dan menurut saya itu sangat indah sekali.

Kalajengking Obati Gangguan Peredaran Darah

Diposting oleh Inspirasi
Tak banyak orang tahu khasiat kalajengking bagi pengobatan. Padahal, menurut Dr William Adi Teja, MMed dari Klinik Utomo Chinese Medical Center, Jakarta, semua binatang merayap, termasuk kalajengking, berkhasiat melancarkan peredaran darah.

“Hewan-hewan merayap ampuh untuk mengobati penyumbatan pembuluh darah kronis. Obat-obat dari bahan herbal atau hewan lain tak mampu, tapi binatang merayap ini dapat mengobati keluhan akibat penyumbatan darah,” tutur Dr William.
Selain melancarkan peredaran darah, hewan berbisa dan beracun ini juga mampu menyembuhkan penyakit stroke, jantung, dan sirosis hati. Kata Dr William, bukan racunnya yang dipakai untuk mengobati penyakit, melainkan daging bagian ekor. Itu pun setelah zat racun hewan yang berkembang biak setahun sekali ini dinetralisasi.

Menurut Prof Gopalakrishnakone, PhD, DSc dari Fakultas Kedokteran National University of Singapore, bisa dan racun kalajengking tak selamanya berbahaya. Mekanisme kerjanya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pengobatan, di antaranya sebagai penghilang rasa sakit, pereda ketegangan otot, antikanker, antimikroba, dan antikejang.

Kini sejumlah obat telah dihasilkan dari bisa dan racun alami, misalnya racun botulinum dari bakteri anaerobik yang mencemari makanan kaleng. Racun ini juga dimanfaatkan untuk terapi strabismus (mata juling), blepharospasm (kejang kelopak mata), dan vagisnismus (kekejangan otot vagina). Arvin dari racun ular berbisa digunakan untuk mengatasi gangguan penggumpalan darah.

Dijelaskan oleh Gopalakrishnakone, pada tahun 1998 Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA) mengkaji dan menyetujui peredaran empat obat berbahan dasar racun, baik bisa ular, kalajengking, laba-laba, maupun kerang kerucut. Racun dan bisa itu adalah aggrostatin untuk mengobati angina, captopril untuk tekanan darah tinggi, conotoxin untuk anestesi saraf tulang belakang, dan chlorotoxin untuk pengobatan tumor otak.

Sayangnya, kata Dr William, kandungan kimiawi hewan yang dapat hidup hingga 5 tahun ini belum diketahui lebih lanjut. Meski demikian, dalam teori pengobatan traditional chinese medicine, kalajengking merupakan salah satu jenis serangga, bersama kelabang dan kecoak, yang paling banyak digunakan masyarakat China untuk pengobatan.

Sementara itu, untuk mengobati sakit akibat sengatan hewan ini, masyarakat Jawa secara turun-temurun selalu menyiramnya dengan amonia atau air seni. Hal itu akan menghilangkan rasa sakit dan bengkak akibat gigitan hewan ini.

Jahe penetralisasi
Menurut Dr William, dalam memanfaatkan kalajengking untuk terapi pengobatan, tentu juga harus diingat keganasan racun dan bisa yang dikeluarkan hewan ini. Kita tak bisa sekonyong-konyong mengonsumsi kalajengking untuk pengobatan. Ada beberapa cara menetralisasi racun dan bisa kalajengking supaya dapat dimanfaatkan untuk pengobatan.

“Sejauh pengamatan dan pengalaman selama ini, cara untuk menetralisasi racun kalajengking adalah dengan memasaknya bersama jahe. Setelah itu, kalajengking tidak dianjurkan untuk dimasak kembali. Hal ini untuk mencegah hilangnya zat-zat aktif yang terkandung dalam hewan ini. Setelah itu, dianjurkan hewan ini segera dikeringkan atau diblender menjadi bubuk,” papar Dr William.

Bila kalajengking yang sudah ternetralisasi racunnya dimasak kembali dengan ramuan obat lain, lanjutnya, hal itu tidak akan membawa manfaat lebih karena fungsi atau manfaatnya sudah hilang. Oleh karena itu, ia menganjurkan agar kalajengking diblender kemudian dibuat bubuk. Proses demikian berlaku bagi binatang merayap lain jika digunakan untuk konsumsi obat.

Sirosis hati
Di China bagian utara, kalajengking dijual bebas. Di pinggir-pinggir jalan, kalajengking dijual dalam bentuk kalajengking panggang atau sate. Harga yang ditawarkan untuk 1 sate kalajengking sepanjang 5 cm sekitar 30 yuan (setara dengan Rp 33.000).

Sebelum menjualnya, pedagang di China mengolah kalajengking berdasarkan rahasia pengobatan China kuno, yaitu merebusnya dengan air jahe. Dari hasil wawancara Dr William dengan pedagang di sana, untuk menetralkan racun juga bisa dengan cara menggoreng kalajengking bersama batu tawas.

Meski di China utara kalajengking ramai diperdagangkan, tidak demikian di bagian lain dari negeri China. Hal ini dimungkinkan karena ada juga masyarakat China yang tidak tahu cara memanfaatkan kalajengking untuk pengobatan. Itulah kenapa pedagang obat tradisional China selalu menjualnya dalam bentuk bubuk atau pil.
Diingatkan olehnya, dosis sehari mengonsumsi bubuk kalajengking tidak boleh lebih dari 2 gram. Jika terlalu banyak, dapat mengakibatkan alergi dan sesak napas.

Secara empiris, kata Dr William, pasiennya sembuh dari gangguan penyempitan pembuluh darah setelah sebulan mengonsumsi bubuk kalajengking sebanyak 0,3 gram sehari. Menurut dia, dosis tersebut akan diturunkan apabila kondisi pasien mulai membaik. Ia menegaskan, konsumsi kalajengking harus dihentikan bila tubuh sudah menunjukkan gejala alergi.

Secara khusus ia menegaskan, dalam praktik ia jarang memberikan ramuan kalajengking dalam bentuk tunggal. Ia lebih sering mengombinasikan berbagai macam herbal dan hewan lain, baru memberikan bubuk kalajengking sesuai dengan takaran. Contohnya, untuk penyakit sirosis hati, ia selalu meresepkan lebih dari 15 macam ramuan. Jenisnya antara lain batok penyu, alang-alang, kunyit, dan 0,2 gram bubuk kalajengking. Katanya, ”Pemakaian kalajengking pada kasus sirosis hati berfungsi untuk menggempur hati yang mulai mengeras.”